“Saya akan dimakzulkan,” ujarnya menegaskan.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Trump memiliki pengalaman pahit sebagai presiden AS pertama dalam sejarah yang dimakzulkan dua kali dalam satu periode jabatan. Pemakzulan pertama terjadi pada 2019 terkait tuduhan penyalahgunaan kekuasaan dan menghalangi Kongres, meski akhirnya gagal menggulingkannya setelah Senat yang dikuasai Republik memberikan perlindungan.
Pemakzulan kedua berlangsung pada Januari 2021, menyusul kerusuhan di Gedung Capitol pada 6 Januari 2021. Trump dituduh menghasut para pendukungnya untuk menolak hasil Pilpres AS 2020 yang dimenangkan Joe Biden. DPR meloloskan pemakzulan tersebut dengan dukungan sebagian anggota Partai Republik, meski Senat belum sempat menggelar sidang hingga masa jabatan Trump berakhir.