Disebutkan, Iran telah merampungkan peta pelayaran Selat Hormuz sebagai bagian dari kesepakatan dengan Oman. Namun Teheran memperingatkan, kesepakatan itu tidak berarti pembukaan kembali jalur maritim secara bebas, seperti sebelum pecahnya perang melawan Iran.
Di sisi lain, Trump berulang kali mengeklaim Selat Hormuz berada di bawah kendali AS, padahal tidak banyak kapal yang berani melintas, terlebih tidak mendapat restu Iran.
Trump bahkan mengatakan akan menetapkan Selat Hormuz sebagai bagian dari wilayah AS, klaim yang diremehkan oleh Iran karena militernya tetap menjadi satu-satunya pihak yang menentukan kapal bisa melintasinya atau tidak.
Sebelum pecahnya perang AS-Israel melawan Iran, Selat Hormuz merupakan jalur perairan internasional terbuka. Selat ini dilalui oleh 20 persen kebutuhan energi global.