WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump membantah anggapan negaranya sedang berperang melawan Venezuela. Militer AS menggelar serangan besar-besaran ke Ibu Kota Karakas pada Sabtu pekan lalu. Menurut sumber perjabat Venezuela, serangan itu menewaskan sedikitnya 80 orang.
Dalam wawancara dengan stasiun televisi NBC News, Trump berdalih operasi militer AS ke Venezuela merupakan penegakan hukum.
"Tidak, kita tidak (sedang berperang melawan Venezuela) ... Kita sedang berperang dengan orang-orang yang menjual narkoba," ujarnya, dikutip Selasa (6/1/2026).
Trump menegaskan, militer AS sedang menumpas para gembong narkoba di Venezuela.
"Kita berperang melawan orang-orang yang mengirim narapidana, para pecandu narkoba, dan pasien rumah sakit jiwa, ke negara kita," ujarnya.
Dia juga mengklaim hubungan AS dengan pemerintahan sementara Venezuela yang dipimpin Wakil Presiden Delcy Rodriguez berjalan sangat baik.