WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendadak membatalkan rencana serangan terhadap kelompok Houthi di Yaman, padahal jet tempur AS sudah dipersiapkan dan amunisi mulai dimuat. Keputusan itu diambil di menit-menit terakhir karena Trump masih mempertimbangkan kesepakatan gencatan senjata dengan Houthi serta komunikasi langsung yang masih berlangsung antara Washington dan kelompok tersebut.
Serangan yang direncanakan pada Minggu (20/9/2026) itu bahkan telah memasuki tahap persiapan akhir. Para komandan militer AS disebut sudah menyetujui daftar target di Yaman, sementara personel militer bersiap memuat amunisi ke jet tempur yang akan digunakan dalam operasi.
Namun, beberapa saat sebelum misi tempur udara diluncurkan, Trump berubah pikiran. Presiden AS tersebut memilih menunda serangan meski sebelumnya telah memerintahkan Departemen Pertahanan (Pentagon) bersiap melakukan tindakan militer.
Keputusan mengejutkan itu terungkap dalam laporan The New York Times (NYT) yang mengutip sejumlah pejabat AS. Pembatalan tersebut terjadi ketika pemerintahan Trump masih berkomunikasi langsung dengan Houthi.
Kesepakatan dengan Houthi Jadi Pertimbangan Utama
Salah satu pertimbangan penting Trump adalah kesepakatan sebelumnya antara AS dan Houthi yang dicapai melalui mediasi di Muscat, Oman.