Trump: Berhenti Mengebom dan Lakukan Pembunuhan di Idlib Suriah!

Nathania Riris Michico
Presiden AS Donald Trump. (FOTO: Christian Hartmann/AFP)

Kesepakatan yang diteken pada September lalu seharusnya mencegah serangan ofensif rezim di Provinsi Idlib dan daerah-daerah yang berdekatan yang dikuasai oleh mantan afiliasi Al-Qaeda Hayat Tahrir al-Sham.

Namun para jihadis menolak untuk meninggalkan daerah itu, dan kesepakatan berada di ambang kehancuran ketika pasukan Suriah dan Rusia bersekutu dengan Presiden Suriah Bashar Al Assad untuk meningkatkan serangan udara dan tembakan roket.

Pejuang Iran dan pasukan paramiliter Hizbullah juga ditempatkan di Suriah untuk mendukung rezim Assad.

Kerusuhan yang memburuk di Idlib muncul seiring makin meningkatkan ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Kebuntuan makin mendidih sejak AS tahun lalu menarik diri dari perjanjian nuklir 2015 dengan Iran.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Nasional
9 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Menguat ke Rp17.333 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

Internasional
10 jam lalu

Kongres AS Minta Akses Senjata Nuklir Israel, Berapa Jumlah Hulu Ledaknya?

Internasional
14 jam lalu

Trump Mungkin Salahkan Netanyahu jika Perang Lawan Iran Berlanjut, Ganggu Ekonomi Global

Internasional
15 jam lalu

AS Incar Uranium Iran, Tak Sudi Ada Program Nuklir Sekecil Apa pun

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal