"Akan ada juga bentuk perubahan rezim yang sangat serius. Sejujurnya, saat ini semua orang dari rezim ini telah terbunuh. Secara otomatis akan terjadi perubahan rezim," tuturnya.
Menurut Trump, sosok-sosok yang saat ini diajak berunding merupakan tokoh yang dihormati rakyat Iran dan berpotensi menjadi pemimpin berikutnya. Dia juga menyebut perundingan antara AS dan pihak Iran telah dimulai sejak akhir pekan dan akan terus berlanjut dalam beberapa hari ke depan.
Namun demikian, klaim Trump tersebut langsung dibantah oleh Kementerian Luar Negeri Iran yang menegaskan tidak ada perundingan apa pun dengan Amerika Serikat.
Pernyataan Trump ini semakin mempertegas eskalasi ketegangan geopolitik, sekaligus membuka spekulasi bahwa Washington tengah menyiapkan skenario perubahan kekuasaan di Iran.