Salah satu skenario yang disiapkan Centcom adalah serangan “singkat dan intensif” menargetkan infrastruktur strategis Iran. Serangan ini diharapkan bisa memaksa Teheran kembali ke meja perundingan, khususnya terkait program nuklirnya.
Selain itu, pengarahan juga akan mencakup rencana penguasaan sebagian Selat Hormuz guna membuka kembali jalur pelayaran komersial. Namun operasi tersebut berpotensi melibatkan serangan darat, yang menandai peningkatan signifikan dalam eskalasi konflik.
Opsi lain yang kembali dibahas adalah misi pasukan khusus untuk mengamankan cadangan uranium yang telah diperkaya milik Iran. Langkah ini dinilai krusial untuk mencegah potensi pengembangan senjata nuklir lebih lanjut.
Meski demikian, sebelumnya Trump menyatakan kepada Axios bahwa blokade maritim terhadap Iran dinilai lebih efektif dibandingkan melanjutkan serangan militer langsung. Ia menilai tekanan terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran telah memberikan dampak signifikan.
Kendati begitu, Trump tetap membuka kemungkinan penggunaan kekuatan militer jika Iran tidak menunjukkan tanda-tanda menyerah atau bersedia berkompromi dalam negosiasi.
Dalam pengarahan tersebut, Kepala Staf Gabungan AS Jenderal Dan Caine juga diperkirakan turut hadir untuk memberikan pandangan strategis tambahan.