Trump Janji Hentikan Perang Thailand-Kamboja, Ancam Pakai Tarif Lagi?

Anton Suhartono
Donald Trump akhirnya memberikan komentar atas pecahnya kembali konflik bersenjata Thailand dan Kamboja (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id  - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akhirnya memberikan komentar atas pecahnya kembali konflik bersenjata Thailand dan Kamboja. Trump menyaksikan langsung penandatangaman Deklarasi Damai Kuala Lumpur pada 26 Oktober lalu yang seharusnya mengakhiri konflik kedua negara yang telah berlangsung puluhan tahun.

Dalam pidatonya di Pennsylvania, dia berjanji akan menghentikan lagi konflik yang sejauh ini telah menewaskan 13 orang itu. Namun Trump tak memberikan penjelasan rinci, termasuk apakah akan menggunakan ancaman tarif dagang kepada kedua negara atau tidak.

"Konflik dimulai saat ini. Besok saya harus menelepon. Saya akan menelepon dan menghentikan perang," kata Trump, dikutip dari Sputnik, Rabu (10/12/2025).

Sebelumnya Menteri Luar Negeri (Menlu) AS Marco Rubio mengatakan pemerintahan Trump prihatin dengan bentrokan bersenjata dan jatuhnya korban jiwa yang terus berlanjut di sepanjang perbatasan Kamboja-Thailand.

Dia mendesak kedua negara segera menghentikan permusuhan serta kembali ke perjanjian gencatan senjata yang ditandatangani pemimpin kedua negara, yakni Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul dan PM Kamboja Hun Manet, di Kuala Lumpur.

"Kami sangat mendesak penghentian segera permusuhan, perlindungan warga sipil, dan agar kedua pihak kembali ke langkah-langkah de-eskalasi yang diuraikan dalam Deklarasi Damai Kuala Lumpur 26 Oktober," ujar Rubio.

Namun Perdana Meteri Thailand Anutin Chanvirakul sebelumnya juga menegaskan negaranya telah menarik diri dari Deklarasi Damai tersebut dan tidak mengakui lagi AS dan Malaysia sebagai mediator. Pemerintahannya akan menyelesaikan konflik ini secara bilateral dengan Kamboja.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
4 jam lalu

Blak-blakan, Netanyahu Tolak Proposal Damai Gaza Usulan Trump

21 jam lalu

Nah, Jenderal Kepala Staf Gabungan AS Sebut Militernya Tak Akan Menang Perang Lawan Iran

1 hari lalu

Penembakan Sekolah Thailand, Pelaku Suka Main Game Kekerasan Pelajari Serangan Serupa di AS

1 hari lalu

Israel Dilaporkan Rencanakan Serang Iran Tanpa Dukungan AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal