Trump: Jika Iran Ingin Berperang, Riwayatnya Akan Resmi Berakhir

Nathania Riris Michico
Presiden AS Donald Trump. (FOTO: AFP/File/Olivier Douliery)

Pada Minggu (19/5), sebuah roket Katyusha ditembakkan ke kantor-kantor pemerintah perumahan Zona Hijau Baghdad dan kedutaan termasuk misi AS. Belum diketahui siapa yang berada di balik serangan itu.

Menurut laporan media AS, Penasihat Keamanan Nasional Trump, John Bolton, mendorong tindakan keras terhadap Iran, namun yang lain di dalam pemerintahan menentang.

Trump sendiri mengatakan baru-baru ini bahwa dia harus "meredam" Bolton.

Menteri luar negeri Iran sendiri meyakini tidak akan ada eskalasi antara Iran dan AS, apalagi perang. Hal ini, kata dia, karena tidak ada pihak yang mampu melawan Iran.

"Kami yakin tidak akan ada perang karena kami tidak ingin perang juga tidak ada yang memiliki ilusi bahwa mereka dapat menghadapi Iran di wilayah itu," kata Mohammad Javad Zarif, kepada kantor berita yang dikelola pemerintah, IRNA pada akhir kunjungan ke China.

Hubungan Iran-AS mencapai titik terendah baru tahun lalu ketika Trump AS menarik diri dari kesepakatan nuklir 2015 dan menerapkan kembali sanksi sepihak yang dicabut sebagai imbalan pada Iran yang kembali mengingkatkan program nuklirnya.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Iran kembali Tutup Selat Hormuz, Harga Minyak Dunia bakal Meroket lagi?

57 tahun lalu

AS kembali Serang Iran, Teheran Hujani Qatar hingga UEA dengan Rudal dan Drone

57 tahun lalu

Iran: Israel Tak Akan Luput dari Pembalasan

57 tahun lalu

Ungkap Rencana Pembunuhan, Trump: 1.000 Rudal Disiapkan Serang Iran

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal