PARIS, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menegaskan negaranya bisa menyerang Iran kembali suatu saat. Perjanjian damai yang akan ditandatangani pada Jumat (19/6/2026) bukan akhir dari konflik.
Menurut Trump, dia masih bisa memerintahkan perang melawan Iran jika belum puas dengan pemberlakuan poin nota kesepahaman (MoU) yang akan diteken di Jenewa, Swiss, Jumat mendatang.
"Ini adalah nota kesepahaman. Dan jika saya tidak menyukainya, kita akan kembali menembak mereka, menjatuhkan bom tepat di kepala mereka," kata Trump, saat saat KTT G7 di Prancis, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (18/6/2026).
"Jika saya tidak menyukainya, jika mereka tidak berperilaku baik, kita akan kembali menjatuhkan bom tepat di kepala mereka, oke?" katanya, menambahkan.
MoU tersebut memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari lagi guna memberi peluang bagi kedua negara menegosiasikan penghentian perang secara permanen. Nskah MoU telah disetujui AS dan Iran pada Senin lalu namun belum disahkan.