Menurut Trump, serangan Israel ke Lebanon seharusnya tidak terjadi karena berpotensi mengganggu proses perdamaian yang sedang dibangun antara AS dan Iran. Dia juga mengungkapkan kesepakatan damai awal dengan Iran berhasil dicapai meski Netanyahu keberatan.
Kesepakatan damai tersebut akan dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU) yang dijadwalkan ditandatangani pada 19 Juni 2026 di Jenewa, Swiss. Namun, beberapa isu krusial, termasuk program nuklir Iran, belum dimasukkan dalam MoU dan akan dibahas dalam negosiasi lanjutan.
Dalam wawancara yang sama, Trump kembali mengancam akan menyerang Iran jika Teheran menolak mencapai kesepakatan terkait program nuklirnya. AS dan Iran dijadwalkan melanjutkan perundingan mengenai program rudal dan nuklir selama 60 hari setelah penandatanganan MoU.
Trump menegaskan, jika Iran tidak bersedia mencapai kesepakatan nuklir dengan AS, dia tidak akan ragu memerintahkan dimulainya kembali operasi militer terhadap negara tersebut.
Selain itu, Trump menyebut AS sebagai "penjaga Timur Tengah" dan mengatakan Washington berhak memperoleh imbalan berupa 20 persen dari pendapatan kawasan tersebut.