WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tidak puas dengan pemilihan Mojtaba Khamenei sebagai Pemimpin Tertinggi Iran yang baru. Dia mengungkapkan kekecewaannya atas terpilihnya putra mendiang Ayatollah Ali Khamenei itu karena diyakini tak akan memberikan perubahan mendasar terhadap Iran.
"Kami kira ini hanya akan menimbulkan masalah yang sama bagi negara ini. Jadi saya kecewa dengan pilihan mereka," kata Trump, dalam kepada wartawan, seperti dikutip dari Sputnik, Selasa (10/3/2026).
Di tengah serangan AS-Israel yang terus berlanjut terhadap Iran, Trump mengatakan Iran membutuhkan pemimpin baru yang mau bertindak secara damai.
"Jadi kami kira mereka harus menunjuk seorang presiden atau kepala negara, dan itu akan mampu melakukan sesuatu secara damai," ujarnya.
Mojtaba merupakan putra kedua mendiang Khamenei yang masih berusia 56 tahun. Dia merupakan sosok yang dekat dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) dan penganut konservatif yang kuat. Oleh karena itu, Mojtaba diyakini akan melanjutkan kebijakan ayahnya dalam memimpin Iran.