WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump baru-baru ini mengumumkan pengerahan “armada besar” kapal perang AS menuju Timur Tengah, termasuk kelompok kapal induk USS Abraham Lincoln. Pernyataan ini kembali mengangkat ancaman militer Washington terhadap Teheran di tengah meningkatnya ketegangan regional.
Trump menyebut AS sedang “mengawasi Iran dengan sangat ketat” dan memiliki sejumlah kapal yang bergerak menuju negara tersebut, sambil menekankan harapannya bahwa aset militer itu mungkin tidak perlu digunakan jika situasi tidak memburuk.
Langkah ini dipandang sebagai bentuk tekanan strategis terhadap Iran, terutama menyusul gelombang demonstrasi besar yang mengguncang negara itu sejak akhir Desember 2025 akibat krisis ekonomi.
Pemerintah AS mengaitkan ketidakstabilan tersebut dengan tindakan rezim Iran dan menjadikannya salah satu alasan peringatan keras dari Washington.
Tujuan Utama di Balik Pengerahan Armada
1. Gertakan Strategis (Deterrence)
Trump telah berulang kali memperingatkan Iran agar tidak melakukan tindakan yang dianggap agresif, seperti mengeksekusi demonstran secara massal atau memperluas program nuklirnya. Hadirnya armada kapal perang bisa dilihat sebagai sinyal kuat untuk mencegah eskalasi lebih lanjut, bukan semata persiapan serangan langsung.
2. Menguatkan Posisi dalam Negosiasi Global
Dengan memindahkan aset militer ke wilayah yang lebih dekat dengan Iran, AS juga mempertegas posisi tawarnya dalam diplomasi kawasan, termasuk terhadap sekutu dan rival lainnya. Pengerahan ini terjadi setelah tekanan diplomatik, termasuk dari negara-negara Teluk dan kekhawatiran internasional agar konflik tidak meluas.
3. Menjaga Keamanan Sekutu Regional
Penempatan kapal induk dan kapal perusak, lengkap dengan jet-jet tempur modern F-15A, F-35 dan F-18, juga dimaksudkan untuk melindungi kepentingan AS dan sekutunya di kawasan jika konflik benar-benar pecah.