JAKARTA, iNews.id - Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi menuding demo berujung rusuh yang dilaporkan menewaskan ribuan orang di negaranya dilakukan teroris campur tangan agen intelijen Zionis Israel, Mossad. Dia menuturkan jumlah korban yang banyak menguntungkan musuh Iran.
"Jumlah korban yang banyak menjadi hal yang menguntungkan pihak teroris, menguntungkan musuh di luar Negeri," kata Boroujerdi dalam konferensi persnya di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (22/1/2026).
Boroujerdi mengungkapkan teroris memang sudah terlatih dalam melakukan aksi pembunuhan secara brutal, merusak, dan merusuh. Sehingga, tidak mungkin warganya bisa melakukan hal tersebut.
"Masyarakat biasa tidak mungkin membakar masjid, tidak mungkin membakar Alquran, tidak mungkin membunuh petugas kebersihan, membunuh balita yang hanya dua tahun, tidak mungkin bisa sembelih seseorang, dan tidak mungkin bisa membakar tubuh orang lain," ujarnya.
"Ini merupakan pendekatan yang hanya bisa dilakukan oleh Mossad, oleh teroris yang terlatih," tutur dia.
Dia menyatakan kerusuhan tersebut bagian dari upaya segilintir pihak untuk menciptakan banyak korban jiwa yang berjatuhan. Dengan demikian, pemerintah Iran bisa dengan mudah dipojokkan.