Ketegangan di kawasan itu meningkat setelah militer AS menggempur Pulau Larak di Selat Hormuz pada Minggu malam waktu setempat menggunakan drone. Iran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah pangkalan militer AS di Yordania, Bahrain, Kuwait, Uni Emirat Arab (UEA), dan Irak.
Serangan tersebut disebut media Iran berhasil menghancurkan sejumlah depot militer AS. Trump pun mengancam akan memberikan pembalasan lebih keras terhadap Iran.
"Kita akan menyerang mereka dengan keras. Akan ada pembalasan," ujar Trump.
Di tengah eskalasi tersebut, Iran memperingatkan bahwa setiap lokasi yang digunakan untuk melancarkan serangan AS ke wilayahnya akan menjadi sasaran.
Dalam pernyataan bersama, Staf Umum Angkatan Bersenjata dan Markas Besar Pusat Khatam Al Anbiya menyatakan AS masih menggunakan wilayah, ruang udara, dan fasilitas sejumlah negara di Timur Tengah untuk menjalankan operasi militernya.
Iran menilai penggunaan wilayah negara-negara tersebut bertentangan dengan janji sejumlah pemerintahan di kawasan yang menyatakan tidak akan terlibat dalam serangan maupun mengizinkan wilayah mereka digunakan untuk menyerang negara lain.