Angkatan Laut IRGC, lanjut dia, mengawasi dan mengendalikan secara penuh Selat Hormuz, Teluk, dan Teluk Oman. Dia juga menegaskan kapal-kapal yang berlayar dari Kuwait dan Bahrain dipantau secara ketat dan akan ditindak tegas jika melanggar aturan Iran.
Lebih lanjut Mohammadi mengeklaim saat ini tidak ada satu pun pangkalan militer AS di Teluk yang beroperasi setelah diserang habis-habisan pekan lalu. Pasukan Iran telah melancarkan operasi pencegahan, bukan hanya menargetkan pangkalan militer AS, tapi juga terhadap kapal perang, dan kapal dagang AS yang dianggap melanggar aturan Iran.
Trump berulang kali menegaskan kendali AS atas Selat Hormuz. Awal bulan ini, dia mengatakan pasukan AS mengendalikan jalur perairan strategis banyak pasokan energi global tersebut serta menyerang 28 kapal dagang Iran.
Kemudian pada 9 September, Trump kembali mengatakan AS memenangkan perang melawan Iran seraya menegaskan kembali kendali atas selat tersebut. Dia bahkan mengusulkan perubahan nama Selat Hormuz menjadi Selat Trump.