Trump Sebut AS Negara Terkaya di Dunia Setelah Perang Tarif

Anton Suhartono
Donald Trump mengklaim AS sebagai negara terkaya di dunia setelah menerapkan tarif resiprokal terhadap mitra-mitra dagangnya (Foto: AP)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim negaranya sebagai yang terkaya di dunia setelah menerapkan tarif resiprokal terhadap negara mitra-mitra dagangnya. Trump pertama kali mengumumkan tarif resiprokal kepada semua negara mitra dagangnya pada April, dengan besaran antara 10 sampai 48 persen, yang kemudian ditingkatkan lagi menjadi 50 persen. 

"Sekarang dengan tarif, saya kira kami adalah negara terkaya di dunia, Amerika Serikat, kita mendapat ratusan miliar dolar," kata Trump, di sela kunjungannya ke Mesir, dikutip Selasa (14/10/2025).

Trump sebelumnya mengatakan AS telah mendapat lebih dari 200 miliar dolar hasil dari pemberlakuan tarif impor yang baru. Belum puas, dia akan menaikkan target angka tersebut menjadi 1 triliun dolar per tahun setelahnya.

Dalam perang dagang terbaru, Trump mengancam akan menerapkan tarif 100 persen kepada China mulai 1 November. Keputusan itu diambil setelah China memutuskan akan membatasi ekspor logam tanah jarang ke AS.

Bukan hanya itu, AS juga akan membatasi ekspor terkait teknologi tinggi ke China sebagai pembalasan.

Sementara itu China menegaskan tak takut dengan ancaman tersebut seraya menjelaskan, pembatasan ekspor logam tanah jarang terpaksa dilakukan demi keamanan nasional.

Data Dana Moneter Internasional (IMF) mengungkap, AS adalah negara terbesar di dunia dalam hal pendapatan domestik bruto (PDB).

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
5 jam lalu

Perang Terus Memanas! AS-Israel Bombardir Fasilitas Nuklir Natanz Milik Iran

Internasional
2 hari lalu

Fantastis! Israel Habiskan Rp100 Triliun Lebih untuk Perang 20 Hari Lawan Iran

Internasional
2 hari lalu

Nah, Pemerintahan Trump Mulai Waswas Harga BBM Melonjak Dampak Serangan ke Iran

Internasional
2 hari lalu

PM Spanyol Sanchez: Eropa Menentang Perang Iran, Ilegal!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal