Trump Sebut Jenderal Iran Soleimani Otak di Balik Aksi Protes di Kedubes AS

Nathania Riris Michico
Presiden AS Donald Trump. (FOTO: Kevin Lamarque/Reuters)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Donald Trump mengatakan Amerika Serikat (AS) membunuh jenderal top Iran, Qassem Soleimani, karena ingin meledakkan kedutaan besar AS di Baghdad, Irak. Komandan Pasukan Quds, Garda Revolusi Iran, itu tewas diserang rudal AS tak lama setelah mendarat di bandara Baghdad, Jumat pekan lalu.

AS sudah merasakan akibat dari pembunuhan Soleimani. Pada Rabu (8/1/2020), Iran menembakkan sekitar 15 rudal ke dua pangkalan militer AS di Irak. Kedua pangkalan itu berada di Ain al-Assad dan Erbil.

Stasiun televisi pemerintah Iran mengklaim sebanyak 80 warga AS terbunuh. Namun, Pentagon mengonfirmasi bahwa serangan Iran tidak menimbukan korban luka maupun korban jiwa satu pun.

"Kami menangkap monster dan kami membawanya keluar dan itu seharusnya sudah lama terjadi. Kami melakukannya karena mereka ingin meledakkan kedutaan kami," kata Trump, seperti dilaporkan Reuters, Jumat (10/1/2020).

Trump mengatakan serangan AS yang menewaskan Soleimani tak lepas dari serangan 30 roket ke pangkalan militer AS di Irak oleh kelompok milisi Irak yang didukung Iran pada Desember.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
20 menit lalu

Korea Utara Dukung Mojtaba Khamenei Pimpin Iran, Ajak Seluruh Negara Kutuk AS-Israel

Internasional
1 jam lalu

Iran Klaim Berhasil Tembak Kapal Induk USS Abraham Lincoln: Pesan Tegas untuk AS

Buletin
2 jam lalu

Bunker Rahasia Pejabat Israel Dihantam Rudal Hipersonik Iran, Warga Kocar-Kacir

Internasional
3 jam lalu

Iran Sindir Operasi Militer AS-Israel Gagal Total, Ubah Nama Jadi 'Fury Mistake'

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal