Trump Tak Sabar Damaikan Arab Saudi dan Israel: Setelah Itu, Negara Lain Ikut!

Anton Suhartono
Donald Trump menunjukkan optimismenya untuk kembali menjadi arsitek perdamaian di Timur Tengah (Foto: AP)

Pada masa jabatan pertamanya, Trump menjadi motor di balik perjanjian bersejarah antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) pada 2020. Setelah itu, tiga negara Arab lain, yakni Bahrain, Maroko, dan Sudan, bergabung. Dia menyebut momen itu sebagai “keajaiban” yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Ini akan membantu membawa perdamaian jangka panjang ke Timur Tengah,” ujar Trump, penuh percaya diri.

Namun, langkah tersebut tidak semudah yang dibayangkan. Arab Saudi tetap berpegang pada syarat bahwa normalisasi baru mungkin terjadi bila negara Palestina telah berdiri secara merdeka. 

Selain itu, Israel juga menolak tawaran AS untuk memberikan imbalan kepada Saudi berupa transfer teknologi nuklir damai, karena khawatir Riyadh bisa mengembangkan senjata nuklir seperti Iran.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
11 jam lalu

Purbaya Bongkar Hambatan Proyek PLTS Terapung Saguling, Minta Izin Dipercepat

Nasional
13 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Kembali Menguat ke Rp17.333 per Dolar AS, Ini Pendorongnya

Internasional
14 jam lalu

Kongres AS Minta Akses Senjata Nuklir Israel, Berapa Jumlah Hulu Ledaknya?

Internasional
17 jam lalu

Israel Sembunyikan Info Ribuan Tentara Dipecat gegara Gangguan Jiwa, Takut Pengaruhi Moral Publik

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal