Trump Tak Sabar Damaikan Arab Saudi dan Israel: Setelah Itu, Negara Lain Ikut!

Anton Suhartono
Donald Trump menunjukkan optimismenya untuk kembali menjadi arsitek perdamaian di Timur Tengah (Foto: AP)

Pada masa jabatan pertamanya, Trump menjadi motor di balik perjanjian bersejarah antara Israel dan Uni Emirat Arab (UEA) pada 2020. Setelah itu, tiga negara Arab lain, yakni Bahrain, Maroko, dan Sudan, bergabung. Dia menyebut momen itu sebagai “keajaiban” yang belum pernah terjadi sebelumnya.

“Ini akan membantu membawa perdamaian jangka panjang ke Timur Tengah,” ujar Trump, penuh percaya diri.

Namun, langkah tersebut tidak semudah yang dibayangkan. Arab Saudi tetap berpegang pada syarat bahwa normalisasi baru mungkin terjadi bila negara Palestina telah berdiri secara merdeka. 

Selain itu, Israel juga menolak tawaran AS untuk memberikan imbalan kepada Saudi berupa transfer teknologi nuklir damai, karena khawatir Riyadh bisa mengembangkan senjata nuklir seperti Iran.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
3 jam lalu

Dino Patti Djalal: Prabowo Realistis, Dewan Perdamaian Satu-satunya Opsi Hentikan Perang Gaza

Internasional
7 jam lalu

Israel Dukung Serang Iran jika Negosiasi Nuklir dengan AS Buntu

Nasional
18 jam lalu

PBNU Sebut Iuran Rp16,9 Triliun di Dewan Perdamaian Bentukan Trump untuk Bangun Gaza

Internasional
24 jam lalu

Penasihat Trump: Menyerang Iran saat Ini Kesalahan Besar!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal