Malaysia juga menekankan bahwa masa depan politik Venezuela sepenuhnya merupakan hak rakyat negara tersebut, tanpa campur tangan kekuasaan asing. Menurutnya, sejarah telah menunjukkan bahwa perubahan kepemimpinan melalui tekanan eksternal justru memperburuk situasi.
“Rakyat Venezuela-lah yang menentukan masa depan politik mereka sendiri. Sebagaimana telah ditunjukkan oleh sejarah, perubahan mendadak dalam kepemimpinan yang dilakukan melalui kekuatan eksternal akan membawa lebih banyak kerugian daripada kebaikan, terlebih lagi bagi negara yang sudah bergulat dengan kesulitan ekonomi yang berkepanjangan dan tekanan sosial yang mendalam,” tegasnya.
Anwar pun menegaskan komitmennya terhadap penghormatan hukum internasional dan kedaulatan negara sebagai prinsip utama dalam hubungan antarbangsa. Malaysia menyerukan penyelesaian konflik melalui jalur damai.
“Keterlibatan konstruktif, dialog dan deeskalasi tetap menjadi jalan paling kredibel menuju hasil yang melindungi warga sipil dan memungkinkan rakyat Venezuela untuk mewujudkan aspirasi mereka yang sah tanpa menimbulkan kerugian lebih lanjut,” ucap Anwar.