JAKARTA, iNews.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan akan mengambil alih pengelolaan cadangan minyak Venezuela. Langkah tersebut langsung memicu perhatian dan respons dari sejumlah perusahaan minyak raksasa dunia.
“Kita akan mengerahkan perusahaan-perusahaan minyak besar Amerika Serikat, yang terbesar di dunia untuk masuk, menghabiskan miliaran dolar, dan memperbaiki infrastruktur yang rusak parah, infrastruktur minyak,” ujar Trump dalam konferensi pers di Mar-a-Lago.
Pernyataan tersebut segera mendapat tanggapan dari Chevron, salah satu perusahaan energi terbesar asal AS yang selama ini memiliki kepentingan di Venezuela. Juru bicara Chevron menegaskan bahwa pihaknya masih bersikap hati-hati.
“Chevron tetap fokus pada keselamatan dan kesejahteraan karyawan kami, serta integritas aset kami. Kami terus beroperasi sepenuhnya sesuai dengan semua hukum dan peraturan yang relevan,” ujar juru bicara perusahaan sebagaimana dikutip dari Sky News, Minggu (4/1/2026).
Sementara itu, raksasa minyak AS lainnya, ConocoPhillips, menyatakan tengah memantau secara cermat perkembangan situasi di Venezuela serta dampaknya terhadap stabilitas energi global.