Araghchi menegaskan, keputusan selanjutnya berada di tangan Washington. Dia juga mengatakan Iran tidak akan menerima tekanan dalam bentuk pemaksaan, ancaman, maupun intimidasi.
“Pilihan sekarang ada di tangan AS. Iran tidak menerima pemaksaan, ancaman, atau intimidasi, dan tidak akan menyerahkan hak kedaulatan di bawah tekanan," ujarnya.
Beberapa jam setelah pernyataan Araghchi, The Wall Street Journal (WSJ) melaporkan Trump menolak proposal Iran tersebut.
Sejumlah pejabat AS mengatakan kepada WSJ bahwa Trump skeptis Iran akan memenuhi tuntutan yang diajukannya. Mereka juga menyebut masih ada kemungkinan AS melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Iran.
Selat Hormuz menjadi salah satu titik paling strategis dalam konflik karena merupakan jalur pelayaran. penting bagi pasokan energi global. Setiap gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan tersebut berpotensi berdampak pada perdagangan energi internasional.