Trump Usir Imigran Somalia dari Amerika, Sebut Tak Berguna

Anton Suhartono
Donald Trump melontarkan pernyataan keras terhadap komunitas imigran Somalia (Foto: Gedung Putih)

WASHINGTON, iNews.id - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kembali melontarkan pernyataan keras terhadap komunitas imigran, kali ini menyasar warga Somalia

Dalam rapat kabinet di Gedung Putih, Selasa (2/12/2025), Trump terang-terangan menyebut imigran Somalia “tidak berkontribusi apa pun” bagi Amerika dan menegaskan niatnya untuk mengusir mereka dari negara tersebut.

Pernyataan itu menjadi salah satu serangan paling keras Trump terhadap kelompok imigran tertentu sepanjang masa kepemimpinannya.

“Saya tidak ingin mereka berada di negara kita,” kata Trump dengan nada tegas. 

Dia bahkan menyebut Somalia sebagai negara yang “busuk”, komentar yang memicu kecaman luas.

Mengaitkan Kejahatan dengan Imigran Somalia

Komentar Trump disampaikan hanya beberapa hari setelah pemerintahannya menghentikan program suaka, menyusul insiden penembakan dua tentara Garda Nasional di Washington DC oleh imigran asal Afghanistan. Meski pelaku bukan berasal dari Somalia, Trump memanfaatkan situasi tersebut untuk memperluas retorika anti-imigrannya, termasuk terhadap komunitas Somalia yang telah tinggal di AS sejak tahun 1990-an.

Trump menuding warga Somalia kerap bergantung pada bantuan sosial tanpa memberikan timbal balik yang berarti. 

“Mereka tidak berkontribusi apa pun,” ujarnya lagi, mengulang tuduhan bahwa kehadiran imigran Somalia justru menjadi beban bagi negara.

Minnesota Jadi Sasaran Utama

Sasaran utama Trump adalah Negara Bagian Minnesota, rumah bagi salah satu komunitas Somalia terbesar di AS. Dia bahkan menuduh negara bagian itu sebagai “pusat aktivitas pencucian uang ilegal” tanpa memberikan bukti konkret.

Trump juga berjanji mencabut perlindungan hukum sementara bagi warga Somalia di Minnesota, langkah yang langsung memicu kekhawatiran di kalangan komunitas imigran dan aktivis hak asasi manusia. Banyak pihak menilai tindakan tersebut bisa membuka jalan bagi deportasi massal.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
8 jam lalu

Turki Sebut Israel Terus Bujuk Trump Serang Iran

Internasional
1 hari lalu

Iran Janjikan Perang Brutal, Bidik Kapal Induk AS

Internasional
1 hari lalu

Hadapi AS, Iran Siapkan 1.000 Drone Canggih Hasil Pengalaman Perang Lawan Israel

Internasional
1 hari lalu

Iran Siaga Perang Lawan AS, Tambah 1.000 Drone Canggih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal