Trump Usir Zelensky dari Gedung Putih, Bagaimana Nasib Ukraina Tanpa Bantuan AS?

Anton Suhartono
Dampak percekcokan Donald Trump dengan Volodymyr Zelensky pekan lalu masih terasa sampai saat ini (Foto: AP)

Namun dia memperingatkan kesabaran warga AS terhadap Ukraina ada batasnya. Hal yang sama juga berlaku untuk uang para pembayar pajak yang digunakan untuk membantu Ukraina serta persediaan amunisi yang dikirim untuk perang melawan pasukan Putin.

Waltz menegaskan, sekaranglah saat yang tepat bagi Ukraina untuk berdamai.

"Kesabaran rakyat Amerika ada batasnya. Dompet mereka ada batasnya serta persediaan dan amunisi kita juga ada batasnya, yang kita butuhkan untuk semua jenis kemungkinan di seluruh dunia. Jadi sekaranglah saatnya untuk berbicara," kata Waltz.

Percekcokan bermula setelah Zelensky meminta Trump untuk tidak membela Putin karena telah menyerang dan membunuh rakyatnya. Pernyataan itu membuat Trump merasa Zelensky telah mendikte AS. Trump lalu mengatakan kepada Zelensky bahwa dia bersikap tidak sopan serta tidak menghargai bantuan yang telah diberikan untuk Ukraina.

Setelah beberapa saat, pembicaraan berakhir begitu saja tanpa ada kesepakatan apa pun. Zelensky meninggalkan Ruang Oval menuju ruangan lain. Laporan menyebutkan dia dan timnya berdiskusi sejenak dan sepakat untuk mengatur pertemuan ulang dengan Trump saat itu juga. Namun Trump tanjur murka dan memerintahkan para Menlu Marco Rubio dan Waltz untuk mengusir Zelensky segera.

Zelensky akhirnya meninggalkan Gedung Putih saat itu juga, bahkan tak ada seorang pun pejabat AS yang mengantarnya ke mobil, kecuali seorang petugas protokoler Gedung Putih. Dia langsung meninggalkan AS, terbang ke Inggris.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
12 jam lalu

Bela Iran, China Kecam Perang Ekonomi AS: Tak Menyelesaikan Masalah

13 jam lalu

Trump Sebut Iran Sekarat: Tak Punya Uang untuk Bayar Gaji Tentara

16 jam lalu

Trump: Jika AS Dipimpin Presiden Cerdas, Kim Jong Un Akan Berlaku Baik

18 jam lalu

Trump Akui Iran Tangguh Hadapi Tekanan: Tapi Mereka Sedang Sekarat!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal