Twitter Cabut Perlakuan Istimewa Donald Trump Setelah Joe Biden Dilantik

Anton Suhartono
Twitter akan cabut perlakuan istimewa bagi Donald Trump setelah dia lengser dari jabatan presiden AS (Foto: Twitter)

Posting-an tersebut dianggap melanggar kebijakan perusahaan platform media sosial itu.

Selain Twitter, Facebook juga akan menerapkan aturan serupa. Di bawah kebijakan perusahaan, setelah Biden resmi mengisi Gedung Putih, posting-an Trump tidak lagi dikecualikan dari peninjauan tim pemeriksa fakta yang merupakan pihak ketiga.

Kebijakan Facebook mengecualikan posting-an politisi yang sedang mencalonkan diri, pemegang jabatan saat ini, anggota kabinet, partai politik dan pemimpinnya, dari incaran tim pemeriksa fakta.

"Mantan calon pejabat atau mantan pejabat tercakup oleh program pengecekan fakta dari pihak ketiga," bunyi pernyataan Facebook.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
7 jam lalu

PBNU Sebut Iuran Rp16,9 Triliun di Dewan Perdamaian Bentukan Trump untuk Bangun Gaza

Internasional
13 jam lalu

Penasihat Trump: Menyerang Iran saat Ini Kesalahan Besar!

Internasional
21 jam lalu

Terungkap! Trump Belum Mau Serang Iran, Israel yang Ngotot

Nasional
22 jam lalu

Rupiah Hari Ini Ditutup Perkasa, Sentuh Level Rp16.754 per Dolar AS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal