Twitter Cabut Perlakuan Istimewa Donald Trump Setelah Joe Biden Dilantik

Anton Suhartono
Twitter akan cabut perlakuan istimewa bagi Donald Trump setelah dia lengser dari jabatan presiden AS (Foto: Twitter)

Di antara cuitan Trump di akun pribadinya @realDonaldTrump yang ditandai adalah soal penipuan suara yang tidak berdasar. Twitter pertama kali menyembunyikan posting-an Trump di balik label 'Kepentingan publik' pada Mei lalu terkait pernyataannya soal kekerasan.

Posting-an tersebut dianggap melanggar kebijakan perusahaan platform media sosial itu.

Selain Twitter, Facebook juga akan menerapkan aturan serupa. Di bawah kebijakan perusahaan, setelah Biden resmi mengisi Gedung Putih, posting-an Trump tidak lagi dikecualikan dari peninjauan tim pemeriksa fakta yang merupakan pihak ketiga.

Kebijakan Facebook mengecualikan posting-an politisi yang sedang mencalonkan diri, pemegang jabatan saat ini, anggota kabinet, partai politik dan pemimpinnya, dari incaran tim pemeriksa fakta.

"Mantan calon pejabat atau mantan pejabat tercakup oleh program pengecekan fakta dari pihak ketiga," bunyi pernyataan Facebook.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
11 jam lalu

Trump Enggan Pecat Menhan Hegseth meski Partai Republik Kalah Pemilu AS

12 jam lalu

Dituduh Biang Kerok Kekalahan Republik di Pemilu terkait Perang Iran, Nasib Menhan AS di Ujung Tanduk

15 jam lalu

Partai Republik Kalah Pemilu AS gegara Perang Iran, Menhan Pete Hegseth Hadapi Pemakzulan

1 hari lalu

Partai Republik Kalah di Kongres AS, Trump Ancam Veto RUU dari Demokrat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal