Udara di New Delhi Beracun, Warga: Kami Sekarat!

Ahmad Islamy Jamil
Penduduk berjalan di tengah kepungan asap dari tempat pembuangan sampah yang terbakar di daerah Ghazipur, New Delhi, India, Rabu (25/11/2020). (Foto-foto: Reuters)

Pemerintah Delhi pun menyalahkan para petani yang membakar tunggul tanaman di negara bagian tetangga, karena udaranya yang tidak sehat. Menteri Utama (setara gubernur) New Delhi, Arvind Kejriwal, pada pekan ini mengatakan, perilaku para petani itu juga memperburuk dampak wabah virus corona (Covid) di wilayahnya.

Faktanya, lebih dari setengah polutan yang mencemari udara Delhi adalah hasil dari emisi kendaraan, limbah beracun, dan asap dari ribuan unit industri kecil yang tidak diatur oleh pemerintah setempat. Belum lagi debu-debu dari proyek konstruksi yang tidak pernah berakhir, juga memperparah kondisi itu, menurut hasil analisis sejumlah kelompok lingkungan.

“Delhi tidak dapat membangun tembok untuk mencegah udara tercemar datang dari negara bagian sekitarnya. Akan tetapi, mereka harus memeriksa sumber pencemaran udara sendiri, baik itu debu, industri ilegal, pabrik pencemar, kendaraan yang mencemari, atau pembakaran limbah dan biomassa,” kata pendiri grup lingkungan Swechha, Vimlendu Jha.

Larangan pembakaran sampah secara rutin dilanggar oleh warga Jahangirpuri yang padat penduduk. Selain itu, ada toko-toko cat dan pewarna kecil ilegal yang beroperasi dari rumah-rumah yang turut mencemari udara dan air di daerah itu.

Pada hari Rabu (25/11/2020) kemarin, sebuah tempat pembuangan akhir (TPA) sampah lainnya dengan ketinggian lebih dari 60 meter di daerah Ghazipur, terbakar dan mengeluarkan asap beracun ke atmosfer.

“Kami mengalami kesulitan bernapas karena asap yang keluar dari TPA yang telah terbakar sejak kemarin,” kata seorang warga, Vivek Shukla (34).

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
4 hari lalu

Heboh! Virus Mematikan Mewabah di India, 22 Anak Meninggal Dunia

9 hari lalu

Prabowo Belajar dari India yang Bangun 40 Juta Rumah dalam 12 Tahun, Begini Caranya

10 hari lalu

Bak Dokter Gigi, Presiden Brasil Lula Periksa Bos WHO sambil Ngomongin Trump

17 hari lalu

Ngeri! Macan Tutul Masuk Toko Miras, Serang Pegawai lalu Acak-Acak Minuman

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal