Ukraina Kini Berstatus Calon Anggota Uni Eropa

Antara
Presiden Komisi Eropa, Ursula von der Leyen. (Foto: Reuters)

Sementara beberapa negara UE termasuk Belanda dan Denmark tidak mendukung lebih banyak negara menjadi calon anggota. Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memenangkan dukungan dari Prancis, Jerman, Italia, dan Rumania pada Kamis (16/6/2022).

Keputusan Komisi, eksekutif UE, akan membuka jalan bagi para pemimpin pemerintah blok tersebut untuk menandatanganinya pada pertemuan puncak pekan depan di Brussels. Hal itu tentunya akan menjadi dorongan moral bagi Ukraina saat memerangi Rusia.

Status kandidat anggota Uni Eropa, memang sudah diincar Ukraina sejak 2014, ketika aksi protes massal merebak di Kiev yang berujung pada penggulingan presiden pro-Rusia.

Sejak Ukraina memenangkan kemerdekaan dari Uni Soviet pada 1991, politisi pro-Rusia dan pro UE terus bersaing untuk mendapatkan kendali atas negara itu.

Bagi UE, jalan menuju keanggotaan diperkirakan akan memakan waktu bertahun-tahun, yang membutuhkan reformasi mendalam untuk mengatasi korupsi endemik. Von der Leyen menyoroti korupsi selama kunjungan ke Kiev pada 11 Juni lalu.

Menurut lembaga Transparency International, Ukraina dianggap sebagai salah satu negara paling korup di dunia, yakni peringkat 122 dari 180 negara.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
17 jam lalu

Serangan Rusia-Ukraina Meningkat, Kemlu Pastikan 1.405 WNI dalam Kondisi Aman

18 jam lalu

Rusia Siap Tingkatkan Serangan ke Ukraina usai Moskow Dihantam Ribuan Drone

4 hari lalu

Ini Isi RUU Sanksi untuk Rusia yang Disahkan DPR AS, Bisa Incar Negara Lain

5 hari lalu

DPR AS Sahkan RUU Sanksi Baru untuk Rusia

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal