Uni Emirat Arab Normalisasi Hubungan dengan Israel

Ahmad Islamy Jamil
Kota Dubai di Uni Emirat Arab (ilustrasi). (Foto: AFP)

Palestina dengan keras menolak kesepakatan itu, menyebutnya sebagai pengkhianatan terhadap perjuangan mereka. UEA juga dianggap mencederai klaim Palestina mereka atas Yerusalem sebagai ibu kota negara masa depan mereka.

Pernyataan bersama Trump, Netanyahu, dan pemimpin UEA Syekh Muhammad bin Zayed al-Nahyan mengumumkan bahwa mereka telah menyetujui normalisasi penuh hubungan antara Israel dan Uni Emirat Arab.

Dikatakan pula bahwa Israel akan “menangguhkan deklarasi kedaulatan” atas wilayah Tepi Barat Palestina yang diduduki—sebuah gagasan yang diusulkan dalam rencana kontroversial Trump sebelumnya untuk menyelesaikan konflik kedua negara.

Syekh Muhammad dengan cepat mengklaim dalam tweet-nya bahwa kesepakatan yang dicapai dengan Trump dan Netanyahu antara lain bertujuan untuk menghentikan pencaplokan Israel lebih lanjut atas wilayah Palestina.

Akan tetapi, Netanyahu mengatakan tak lama kemudian dalam pidato di televisi Israel bahwa dia hanya setuju untuk menunda, bukan membatalkan pencaplokan terhadap Tepi Barat. Dia memastikan, rencana aneksasi itu tetap akan berlangsung. Dia juga menegaskan tidak akan pernah menyerahkan “hak atas tanah Israel” kepada Palestina.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
13 jam lalu

Harga Minyak Dunia Melemah usai Trump Umumkan Gencatan Senjata Energi Rusia-Ukraina

13 jam lalu

Loyo, Rupiah Hari Ini Ditutup Melemah ke Rp17.913 per Dolar AS

20 jam lalu

Trump Bela Kesepakatan Solar dengan Rusia, Zelensky Murka: Putin Dapat Duit untuk Perang!

21 jam lalu

Blak-blakan Sentil Zelensky, Trump: Sudah Waktunya Ukraina Ganti Presiden

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal