Uni Eropa dan Rusia Sepakat, Pengangkutan Barang ke Kaliningrad Boleh Lewat Darat

Ahmad Islamy Jamil
Penampakan gerbong kereta pengangkut barang di Kaliningrad, Rusia, Juni lalu. (Foto: Reuters)

Sementara paket sanksi terbaru yang lebih ketat dari Uni Eropa menyatakan, pembatasan berlaku untuk semua transit barang Rusia. Hal itu kemudian direspons oleh Lithuania, selaku negara anggota Uni Eropa yang wilayahnya selama ini menjadi perlintasan kereta api Rusia-Kaliningrad.

Pada 18 Juni lalu, perusahaan KA Lithuania, Lithuania Railways, memberi tahu operator KA wilayah Kaliningrad untuk menghentikan transit sejumlah barang yang dikenai sanksi Uni Eropa.

Menanggapi tindakan Lithuania tersebut, Juru Bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan, Rusia sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk menanggapi langkah tak bersahabat Vilnius itu. 

Gubernur Wilayah Kaliningrad, Anton Alikhanov mengatakan, pembatasan oleh Lithuania itu tidak akan memengaruhi pengangkutan produk minyak hingga 10 Agustus. Wilayah eksklave Rusia itu akan memobilisasi armada feri untuk mengompensasi penyetopan angkutan kargo kereta api oleh Vilnius.

Rusia meluncurkan operasi militer khusus di Ukraina pada 24 Februari, setelah Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR) meminta bantuan Moskow untuk membela diri dari serangan tentara Kiev. DPR dan LPR adalah dua wilayah yang memisahkan diri dari Ukraina.

Rusia mengklaim, tujuan dari operasi khusus itu adalah untuk demiliterisasi dan “denazifikasi” Ukraina. Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan, operasi miltier itu demi melindungi rakyat Donbas, yang menurutnya telah mengalami pelecehan dan genosida oleh rezim Kiev selama delapan tahun.

Menanggapi agresi Rusia, negara-negara Barat termasuk Uni Eropa meluncurkan sanksi secara bertubi-tubi terhadap Moskow. Amerika Serikat dan para sekutunya juga terus memasok senjata ke Ukraina.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
3 hari lalu

Erdogan: Uni Eropa Rugi Tolak Turki Gabung

3 hari lalu

Murka! Erdogan: Gabung Uni Eropa Bukan Prioritas Turki 

6 hari lalu

Zelensky: Rusia Tak Ingin Damai, Minta Banyak Rudal dan Tentara ke Korut

6 hari lalu

Rusia Manfaatkan Kelemahan Ukraina, Serang Banyak Kota Pakai Rudal Korut

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal