Uni Eropa Dinilai Tak Mampu Gantikan Semua Gas Alam yang Selama Ini Dipasok Rusia

Ahmad Islamy Jamil
Seorang pekerja tengah mengecek pipa gas Rusia yang disalurkan ke Eropa lewat Nesvizh, Belarusia, 29 Desember 2006. (Foto: Reuters)

Pengumuman Putin itu menyebabkan nilai mata uang Rusia naik terhadap dolar AS. Sementara itu harga gas global pun melonjak. Kepala Badan Energi Internasional, Fatih Birol, menggambarkan perintah Putin itu sebagai “ancaman keamanan”.

Namun, Sitton mengatakan, permintaan Moskow untuk negara-negara Eropa agar membeli gas Rusia dalam rubel seharusnya tidak berdampak besar pada harga energi.

“Itu hanya menimbulkan kerumitan lain, yang pada umumnya semua kerumitan itu menambah biaya dan menambah harga karena semakin banyak orang yang tidak yakin, semakin tinggi harganya,” kata dia.

Sitton memperkirakan, harga minyak mentah Rusia mungkin memang agak anjlok akibat sanksi Barat. Akan tetapi, harga komoditas itu mungkin sedikit meningkat di tempat lain.

“Saya pikir logikanya (Putin) adalah, ketika dia mungkin kehilangan sedikit lebih banyak dalam harga minyak, harga minyaknya turun secara dramatis, karena tidak banyak pembeli untuk itu di pasar. Tetapi dia akan memompa menaikkan harga rubelnya, dia akan mencoba menebusnya dalam hal nilai mata uangnya,” kata Sitton.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
18 jam lalu

Serangan Bom Rusia Hantam Bus Penuh Penumpang di Ukraina, 30 Orang Tewas

21 jam lalu

Pertama Kali, AS Akan Siarkan Langsung Eksekusi Mati dengan Regu Tembak

2 hari lalu

Wabah Pes di Rusia akibat Senjata Biologi? Ini Komentar Trump

1 hari lalu

Presiden Pezeshkian Jelaskan ke Putin, Kenapa Iran dan AS Tak Kunjung Berdamai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal