Ketidakhadiran Duterte yang berusia 73 tahun di pertemuan diplomatik memicu kecaman dan spekulasi bahwa kesehatannya memburuk. Namun hal itu terus dibantah juru bicaranya, yang menyebut Duterte hanya kurang tidur.
Duterte sebelumnya mengaku menderita migrain setiap hari dan mengalami Buerger, penyakit yang mempengaruhi pembuluh darah dan arteri anggota tubuh, dan biasanya karena merokok.
Pada Rabu m(14/11/2018), pemimpin Filipina itu melewatkan empat dari 11 pertemuan yang dijadwalkan untuk dihadiri serta jamuan makan malam di Singapura, yang menjadi tuan rumah pertemuan KTT ASEN.
Para pengamat pun membandingkannya dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad yang berusia 93 tahun, yang secara konsisten menghadiri pertemuan tingkat tinggi.
Menanggapi komentar publik atas ketidakhadirannya, Duterte pun mengatakan, "Apa yang salah dengan tidur saya?"