Tekanan terhadap keuangan negara semakin terasa karena biaya pertahanan dan pembayaran bunga utang terus meningkat. Meski penerimaan pajak Israel mencapai rekor pada 2025, pertumbuhan biaya pertahanan dan pembayaran utang disebut melampaui kenaikan tersebut.
Brik juga menyoroti kemungkinan Israel menghadapi pembatasan ekonomi dan sanksi dari negara-negara lain. Dia memperingatkan isolasi keuangan internasional dapat memperburuk kondisi perekonomian dan mengancam stabilitas sektor perbankan.
Mantan jenderal itu bahkan mengkritik gagasan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu yang disebut ingin memanfaatkan mata uang kripto untuk menghadapi kemungkinan sanksi Uni Eropa. Brik menilai gagasan tersebut naif dan tidak masuk akal.
Dia turut memperingatkan memburuknya kondisi ekonomi bisa berdampak langsung terhadap masyarakat, termasuk mengancam tabungan warga Israel.
Peringatan Brik muncul di tengah tekanan ekonomi yang juga menjadi perhatian lembaga-lembaga internasional. Dana Moneter Internasional (IMF) dalam laporan konsultasi ekonomi Israel pada Juli 2026 memperkirakan rasio utang publik terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 70,1 persen pada 2026 dan meningkat menjadi 70,7 persen pada 2027.