Vaksinasi Covid-19 Paspampres Berbuntut Panjang, Presiden Duterte Bela Pengawalnya

Anton Suhartono
Rodrigo Duterte (Foto: AFP)

MANILA, iNews.id - Vaksinasi Covid-19 terhadap personel pasukan pengawal kepresidenan Filipina atau Presidential Security Group (PSG) berbuntut panjang. Vaksin yang digunakan merupakan produksi perusahaan farmasi China Sinopharm, didatangkan ke Filipina secara ilegal dan belum mendapatkan izin dari otoriotas kesehatan.

Meski demikian Presiden Rodrigo Duterte membela para pengawalnya dengan alasan mereka berhak mendapatkan vaksin Covid-19 lebih dulu karena risiko pekerjaan. Namun parlemen Filipina tetap melakukan penyelidikan. 

Senat akan melanjutkan penyelidikan program vaksinasi tersebut. Selain anggota PSG, beberapa menteri diketahui juga sudah mendapatkan vaksin tersebut.

Para senator akan memintai keterangan pejabat PSG yang telah mendapatkan vaksin meski belum mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) itu.

Terpisah, FDA, Biro Penyelidikan Nasional, serta Bea Cukai juga menggelar penyelidikan bagaimana bisa vaksin yang belum masuk dalam program nasional bisa masuk ke Filipina, termasuk penggunaannya kepada personel PSG.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kejar Indonesia, Vietnam dan Filipina Naik Kelas Jadi Negara Menengah Atas

57 tahun lalu

Menakjubkan! Detik-Detik Danau Kawah Gunung Filipina Meletus Dahsyat, Picu Tsunami

57 tahun lalu

Pengadilan Kriminal Internasional Bekukan Uang Eks Presiden Filipina Duterte

57 tahun lalu

Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal