Vaksinasi Covid Lambat, Pemerintah Ancam Blokir Layanan Telepon Seluler di 2 Provinsi

Ahmad Islamy Jamil
Ilustrasi kegiatan vaksinasi Covid-19. (Foto SINDOnews)

Kini, hoaks dan teori konspirasi tentang efek samping vaksin corona pun telah menyebar luas di Pakistan. “Saya mendengar bahwa orang-orang, setelah mendapatkan suntikan virus corona, akan meninggal dalam dua tahun,” kata Ehsan Ahmed, seorang sopir truk di Karachi, dikutip New York Times, Rabu (16/6/2021).

“Itulah alasan bahwa di keluarga besar kami yang terdiri atas setidaknya 25 orang, tidak ada satu  pun yang mau divaksinasi,” ucapnya.

Pemerintah Pakistan telah menetapkan target untuk memvaksinasi antara 45 juta dan 65 juta penduduk pada akhir tahun ini. Anggaran yang dihabiskan untuk pengadaan dosis vaksin Covid di sana mencapai 1,1 miliar dolar AS (Rp15,86 triliun).

Akan tetapi, hingga Selasa (15/6/2021), Pakistan baru memvaksinasi sekitar 3 juta orang secara lengkap, sejak program inokulasi dimulai pada 3 Februari lalu. Jumlah tersebut kurang dari 2 persen dari populasi negara itu.

Sebagai upaya untuk memaksa agar masyarakat mau disuntik vaksin corona, otoritas lokal di Provinsi Punjab dan Provinsi Sindh mengumumkan rencana untuk memblokir layanan telepon seluler kepada penduduk yang menolak divaksinasi.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
10 jam lalu

Detik-Detik 14 Bayi Tewas Terjebak Api di Rumah Sakit, Tangis Ortu Pecah: Kembalikan Anak Saya!

10 jam lalu

Mencekam! 14 Bayi Baru Lahir Tewas dalam Kebakaran di Rumah Sakit

2 hari lalu

Heboh Nasaruddin Umar Dikabarkan Mundur dari Menag, Kemenag: Hoaks!

2 hari lalu

Tragis! 14 Bayi Meninggal Dunia dalam Kebakaran Rumah Sakit di Pakistan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal