Vanuatu Serang Indonesia, Delegasi RI: Mereka Tutup Mata saat KKB Bantai Perawat dan Guru

Ahmad Islamy Jamil
Sekretaris Ketiga Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) di PBB, Sindy Nur Fitri. (Foto: tangkapan layar)

“Vanuatu secara sengaja menutup mata ketika kelompok kriminal separatis bersenjata ini membantai para perawat, tenaga kesehatan, guru, pekerja konstruksi dan aparat penegak hukum,” tuturnya.

“Mereka (para korban KKB) adalah orang-orang yang mendedikasikan hidupnya untuk masyarakat Papua,” kata Sindy. 

Dia pun mempertanyakan, ketika ada sejumlah pekerja konstruksi yang dibunuh secara brutal oleh KKB, Vanuatu malah memilih untuk diam. Begitu pula, ketika para guru dibantai tanpa belas kasihan, Vanuatu hanya membisu.

“Ketika fasilitas umum yang dibangununtukmasyarakat Papua dihancurkan, mengapa Vanuatu, sekali lagi memilih bungkam?” ucapnya.

Kenyataannya, kata Sindy, Vanuatu justru membela separatisme dengan kedok keprihatinan HAM yang dibuat-buat. Apakah ini pemahaman Vanuatu mengenai HAM?

Dia menuturkan, Vanuatu terus-menerus mencoba mempertanyakan status Papua sebagai bagian yang utuh Indonesia yang tidak lagi perlu diperdebatkan. Hal ini telah melanggar tujuan dan prinsip-prinsip Piagam PBB. Sikap Vanuatu itu juga bertentangan dengan Declarationon Principles of International Law concerning Friendly Relations and Cooperation among States. 

“Kita tidak boleh membiarkan penghinaan terhadap Piagam PBB semacam ini terus dilakukan di forum ini,” tuturnya.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
4 hari lalu

Mensesneg soal Desakan Teken Rencana Aksi Nasional HAM: Saya Cek dan Jadi Catatan

5 hari lalu

BMKG Catat Suhu di Papua Barat Tembus 39,2 Derajat Celsius, Tertinggi Se-Indonesia!

7 hari lalu

Mentan bakal Tambah Anggaran Pertanian buat Papua, Buka Sawah Baru hingga Kirim Traktor

10 hari lalu

Fantastis! Prabowo Ungkap Temuan Harta Karun Baru di Pegunungan Papua

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal