Salah satu kebijakan tersebut adalah memperbaiki harga pada 25 produk dasar, termasuk daging sapi, ayam dan telur, yang semuanya hilang dari pasar. Kekurangan bahan pokok makanan memaksa ratusan toko harus ditutup.
Sementara itu, ribaun warga berbondong-bondong meninggalkan Venezuela, sebanyak 1,6 juta orang sejak 2015.
Eksodus besar-besaran ini memicu krisis migrasi di negara-negara Amerika Selatan lainnya, khususnya Kolombia, Ekuador, Peru, dan Brasil.
Reformasi Maduro antara lain menaikkan upah minimum sebesar 3.400 persen dan menghapus lima nol dari mata uang. Ada pula peningkatan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pengurangan subsidi bensin.