Video Remaja Memperolok Tetua Suku Asli Amerika Picu Kemarahan Publik

Nathania Riris Michico
Para pelajar yang memperolok pria suku Indian diduga menyanyikan yel-yel yang berhubungan dengan program Trump membangun tembok perbatasan. (Foto: BBC)

Keuskupan Covington dan pihak sekolah belakangan menyatakan rasa penyesalan yang mendalam atas olok-olok yang diterima Phillips. "Kami mengutuk perbuatan siswa SMA Katolik Covinton terhadap Nathan Phillips dan kepada komunitas suku asli Amerika secara umum," demikian pernyataan tertulis mereka.

Pihak sekolah mengklaim penyelidikan terhadap insiden itu sudah digelar dan sanksi yang sesuai akan dijatuhkan kepada para pelaku.

Apa yang Terlihat di Video?

Para pelajar SMA itu terlihat mengelilingi dan mengejek Phillips serta koleganya. Saat itu, kedua pria tersebut tengah menyanyikan lagi Pergerakan Indian Amerika. Seorang remaja lekaki bahkan terlihat menatap secara tajam ke wajah Phillips. Banyak pelajar lainnya juga terdengar memperolok nyanyian Indian yang dibawakan Phillips.

Setelah kejadian itu Phillips berkata kepada sejumlah media lokal AS. "Saya dengar mereka berkata 'bangun tembok itu, bangun tembok itu’," kata dia.

Dinding yang mereka sebut merujuk pada tembok perbatasan yang digagas Presiden AS, Donald Trump, untuk mencegah gelombang imigran dari luar negeri. "Ini merupakan tanah milik suku asli. Anda tidak sepatutnya membangun di sini."

"Kami tidak pernah memiliki penjara, kami selalu memelihara orangtua, menjaga anak-anak, memenuhi kebutuhan mereka, serta mengajarkan hal-hal baik. Saya berharap saya bisa membawa energi itu untuk membuat negara ini benar-benar jaya kembali," ujar Phillips.

Editor : Ranto Rajagukguk
Artikel Terkait
Internasional
10 jam lalu

Para Ahli dari 5 Negara Kekuatan Nuklir Berkumpul di New York, Bahas Apa?

Internasional
11 jam lalu

Menhan Israel Sesumbar Hancurkan Iran sampai Kembali ke Zaman Batu, Incar Mojtaba 

Internasional
11 jam lalu

Iran Sebut AS-Israel Gagal Hancurkan Sebagian Besar Persediaan Rudal, Siap Perang Lagi

Internasional
13 jam lalu

Pejabat Iran-AS Terbang ke Pakistan, Teheran: Tak Ada Perundingan Damai!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal