Dung dipenjara selama 15 tahun, sedangkan Thuy serta Tuan masing-masing 11 tahun. Dung mendirikan Asosiasi Jurnalis Independen Vietnam pada 2014. Polisi menilai organisasi itu berusaha mengubah rezim.
Meski reformasi ekonomi sedang berlangsung dan keterbukaan terhadap perubahan sosial kian meningkat, Partai Komunis yang berkuasa di Vietnam tetap mempertahankan sensor media yang ketat. Pemerintah hanya mau menerima sedikit kritik.
Partai Komunis Vietnam di bawah kepemimpinan Nguyen Phu Trong semakin menunjukkan sikap keras mereka terhadap perbedaan pendapat menjelang kongres lima tahunannya yang akan diadakan akhir bulan ini.
Hukuman terhadap para wartawan itu juga mendapat kecaman dari Radio Free Asia (RFA), tempat Thuy bekerja sebagai kontributor.
“Hukuman yang keras terhadap Thuy dan dua jurnalis independen lainnya adalah serangan terang-terangan terhadap kebebasan dasar dan mengabaikan kebebasan berekspresi yang diabadikan dalam konstitusi Vietnam,” ujar Presiden RFA, Stephen Yates, dalam sebuah pernyataan, Rabu (6/1/2021).
RFA menyatakan, ada dua kontributor RFA Vietnam lainnya sudah menjalani hukuman penjara di Vietnam. Mereka adalah Truong Duy Nhat yang juga dikenal sebagai blogger dan dijatuhi hukuman 10 tahun Maret lalu, serta; Nguyen Van Hoa, videografer yang dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara pada November 2017.