Virus Corona 10 Kali Lebih Mematikan dibanding Flu Babi

Anton Suhartono
Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: AFP)

Selain itu dia juga menekankan pentingnya tes virus corona kepada orang yang menjain kontak dengan pihak yang kemudian dinyatakan positif.

WHO mengungkap, wabah flu babi atau disebut H1N1 menewaskan 18.500 orang. Virus itu pertama kali ditemukan di Meksiko dan Amerika Serikat pada Maret 2009.

Namun petugas medis dari Lancet memperkirakan jumlah korban flu babi bisa jauh lebih besar, yakni antara 151.700 dan 575.400 orang. Penilaian Lancet itu termasuk perkiraan kematian di Afrika dan Asia Tenggara yang tidak diperhitungkan oleh WHO.

Status pandemi global flu babi dideklarasikan mulai Juni 2009 dan berakhir pada Agustus 2010.

Upaya untuk menemukan vaksin flu babi yang dilakukan WHO dan negara-negara Eropa dikritik karena dianggap terlalu berlebihan. Pasalnya ada wabah tahunan influenza yang lebih parah, merenggut 250.000 sampai 500.000 nyawa setiap tahun. Perhatian seharusnya diberikan kepada influenza.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Nasional
12 hari lalu

Eks Direktur WHO Minta Indonesia Serius Cegah Masuknya Virus Nipah dari India!

Health
23 hari lalu

Kaget! Indonesia Masuk 3 Besar Negara dengan Kasus Kusta Terbanyak di Dunia

Nasional
31 hari lalu

BPOM Raih Status WHO Listed Authority, Kini Sejajar dengan Regulator AS dan Inggris

Nasional
1 bulan lalu

Menkes Pastikan Super Flu Tak Mematikan seperti Covid-19: Gak Usah Khawatir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal