Virus Korona, Jumlah Pengunjung dan Peserta Singapore Airshow Turun Drastis

Nathania Riris Michico
Para pengunjung mengenakan masker saat melihat model pesawat Airbus saat Singapore Airshow di Singapura, 11 Februari 2020. (FOTO: Roslan RAHMAN / AFP)

Yang absen tahun ini termasuk perusahaan dirgantara raksasa Amerika Serikat (AS), Lockheed Martin, yang membuat pesawat tempur dan senjata pertahanan yang digunakan oleh militer seluruh dunia; Bombardier dari Kanada; dan pembuat pesawat De Havilland.

Dilaporkan AFP, setidaknya 10 perusahaan China juga mundur setelah Singapura memberlakukan larangan pada orang-orang yang bepergian dari China dalam upaya membendung penyebaran virus.

Tak hanya itu, konferensi pers yang sedianya digelar pada malam pertunjukan juga dihentikan.

Namun, penyelenggara memutuskan untuk tetap menggelar pameran.

Penyelenggara mengambil tindakan pencegahan seperti membatasi jumlah tiket dan mengimbau peserta saling menyapa dengan cara melambai dari kejauhan atau membungkuk, bukannya berjabat tangan.

Peserta yang tiba saat hari pertama pertunjukan harus melewati pemindai untuk memeriksa suhu tubuh. Tampak pula botol sanitiser tangan ditempatkan di sekitar pusat pameran.

Editor : Nathania Riris Michico
Artikel Terkait
Internasional
2 hari lalu

Xi Jinping dan Putin Bertemu Hari Ini, Bahas Apa?

Nasional
3 hari lalu

Pidato di Singapura, AHY: Infrastruktur adalah Kunci Masa Depan Keberlanjutan

Internasional
4 hari lalu

Setelah Trump, Giliran Putin ke China Bertemu Xi Jinping

Internasional
6 hari lalu

Trump Belum Lihat Indikasi AS dan China Bakal Perang gara-gara Taiwan

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal