Menurut Kim, kerja sama strategis dan taktis, serta dukungan dan solidaritas antara kedua negara telah mencapai tingkat yang baru. Korut dan Rusia akan berupaya bersama-sama untuk menggagalkan ancaman dan provokasi dari “pasukan militer yang bermusuhan”.
KCNA tidak mengungkapkan secara eksplisit kekuatan “musuh” mana yang dimaksud. Akan tetapi, Pyongyang biasanya menggunakan istilah itu untuk merujuk pada Amerika Serikat dan sekutunya.
Kim memperkirakan kerja sama antara Rusia dan Korea Utara akan tumbuh berdasarkan kesepakatan yang ditandatangani pada 2019, ketika dia bertemu dengan Putin.
Korea Utara pada bulan Juli mengakui dua negara baru yang memisahkan diri dari Ukraina, yakni Republik Rakyat Donetsk (DPR) dan Republik Rakyat Luhansk (LPR). Para pejabat Pyongyang pun berencana mengirimkan para pekerja Korut ke DPR dan LPR untuk membantu pembangunan di dua daerah tersebut.