Kementerian Luar Negeri Jepang juga menerima sekitar 500 panggilan hingga tanggal 30 Agustus.
Sementara itu, PLTN Fukushima menegaskan telah menggunakan proses khusus untuk menyaring air yang terkontaminasi guna menghilangkan isotop, sehingga hanya tersisa tritium. Air tersebut aman dibuang ke laut.
PLTN membuang air karena fasilitas nuklir yang rusak tersebut cepat kehabisan ruang penyimpanan untuk air terkontaminasi yang terus bertambah.
Fasilitas nuklir ini mengalami tiga kali bencana meleleh setelah gempa bumi dan tsunami tahun 2011.