KUALA LUMPUR, iNews.id - Konflik dua politisi senior Malaysia, Mahathir Mohamad dan Anwar Ibrahim, semakin menjadi. Perkembangan terbaru, Mahathir mendesak Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim mencabut pernyataan yang disampaikannya dalam pidato di acara Partai Keadilan Rakyat (PKR). Anwar merupakan presiden PKR.
Bukan hanya itu, Mahathir mendesak Anwar meminta maaf kepadanya yang dianggap telah mencemarkan nama baik. Permintaan maaf itu harus disampaikan secara tertulis di acara konferensi pers yang digelar secara khusus.
Mahathir memberi waktu kepada Anwar 7 hari, terhitung sejak Selasa (28/3/2023), untuk merespons permintaan tersebut.
“Meski Perdana Menteri tidak menyebut nama saya dalam pidatonya, jelas dia merujuk kepada saya. Siapa lagi yang memimpin negara ini selama 22 tahun ditambah 22 bulan sebagai perdana menteri," kata pria 97 tahun itu, dikutip dari The Star.
Mahathir akan mempertimbangkan untuk mengambil tindakan hukum jika Anwar tak merespons permintaan tersebut dalam jangka waktu yang ditetapkan.