“Meski sebelumnya juga pernah menuduh saya, saat itu dua bukan perdana menteri. Sebagai PM, dia adalah orang yang memiliki kredibilitas, sehingga apa yang dikatakannya dianggap serius. Dia seharusnya tidak membuat tuduhan sebebasnya. Apa yang disampaikan PM sangat serius,” ujarnya.
Tuduhan Mahathir merujuk pada pidato Anwar yang disampaikan pada Kongres Nasional PKR pada 18 Maret lalu.
"Seseorang setelah 22 tahun 22 bulan berkuasa, meratapi bahwa orang Melayu telah kehilangan segalanya. (Merebut) Semuanya untuk keluarga dan anak-anak Anda. Sekarang ketika Anda kehilangan kekuasaan, Anda ingin bicara tentang banyak orang," kata Anwar, dalam pidatonya saat itu.
Anwar juga mengecam pihak-pihak yang berusaha menciptakan perpecahan ras.
Pidato itu disampaikan sehari sebelum Mahathir sedianya menggelar acara Proklamasi Melayu. Namun acara itu batal digelar lantaran tak ada tempat yang memberi izin.