Secara keseluruhan Amerika Serikat (AS) menjadi negara terbanyak yang warganya bergabung dengan militer Israel, yakni setidaknya 12.135 orang. Selain itu ada 1.207 lainnya memegang tiga kewarganegaraan, yakni AS, Israel, dan setidaknya satu paspor lain.
Kelompok terbesar berikutnya berasal dari Prancis dengan 6.464 warga memiliki kewarganegaraan ganda Israel atau lebih, Rusia (5.169), Jerman (4.193), dan Ukraina (3.266).
Para pakar mengatakan, data IDF tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai tanggung jawab hukum warga negara asing dalam konflik di Jalur Gaza.