Pelaku juga memanggil Freeland dengan sebutan “pengkhianat” dan “wanita jalang”. Video itu sudah ditonton ratusan ribu kali.
Freeland lahir di Alberta dan sedang melakukan perjalanan keliling provinsi itu untuk bertemu dengan pejabat, pengusaha, dan para pekerja.
Perempuan itu pun mengungkapkan insiden itu dalam sebuah cuitan di Twitter pada Sabtu (27/8/2022). “Tidak seorang pun, di mana pun, harus menghadapi ancaman dan intimidasi,” tulis Freeland.
Pelecehan yang dialami Freeland adalah inisden terbaru dari serangkaian serangan verbal terhadap kaum perempuan dalam kehidupan publik di Kanada.
Sebelumnya, sekelompok wartawati di negara itu secara terbuka membagikan serangkaian email pribadi dan anonim yang mereka terima. Email itu berisi ancaman kekerasan dan serangan seksual yang ditargetkan, disertai ungkapan rasial dan bernuansa kebencian terhadap wanita (misoginis).