Wapres Perempuan AS Pertama, Kamala Harris: Tidak Akan Jadi yang Terakhir

Rizal Bomantama
Kamala Harris menegaskan dirinya tidak akan menjadi perempuan terakhir yang memimpin AS. (Foto: AFP)

Kemenangan ini dia persembahkan kepada mendiang ibunya, Shyamala Gopalan yang merupakan warga India. Dia mengatakan kemenangan ini mengingatkan dirinya akan perjuangan panjang perempuan AS mewujudkan kesetaraan dan keadilan bagi semua golongan, termasuk ibunya.

"Ketika dia datang ke sini dari India pada usia 19 tahun, dia mungkin tidak membayangkan momen ini. Jadi saya berpikir tentang dia, tentang generasi perempuan kulit hitam, asia, kulit putih, dan perempuan asli Amerika yang telah berjuang serta berkorban untuk kesetaraan, keadilan, dan kebebasan bagi semua," katanya.

Dia menjelaskan perempuan di AS sering diabaikan namun bisa membuktikan diri menjadi tulang punggung demokrasi AS. Harris pun mengapresiasi Joe Biden yang berani menantang rintangan-rintangan dengan memilihnya sebagai cawapres.

"Ini bukti bagi karakter Joe, dia memiliki keberanian memecahkan salah satu hambatan paling substansial yang ada di negara kita dan memilih seorang perempuan sebagai wakil presidennya," ujar Harris.

Editor : Rizal Bomantama
Artikel Terkait
10 hari lalu

Trump Blak-blakan Ingin Maju Pilpres AS 2028, tapi...

13 hari lalu

Kondisi Terkini Joe Biden Memprihatinkan, Kesakitan akibat Kanker Prostat Menyebar ke Tulang

1 bulan lalu

China Geram Dituduh Campuri Pilpres AS Menangkan Joe Biden, Sindir Balik Trump

1 bulan lalu

Dituduh Trump Campuri Pilpres AS 2020, Ini Jawaban Keras China

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal