Warga Israel Keluarga Sandera Hamas Tolak Hukuman Mati bagi Pejuang Palestina, Ini Alasannya

Anton Suhartono
Anggota keluarga korban sandera Hamas menolak penerapan hukuman mati kepada para pejuang Palestina yang ditangkap (Foto: Reuters)

“Jangan teruskan hal ini sampai mereka pulang. Jangan taruh darah adik saya di tanganmu,” ujarnya, lagi mengancam.

Israel menangkap beberapa pejuang Hamas yang melakukan penyerangan pada 7 Oktober lalu. Mereka menerobos ke wilayah Israel untuk melakukan Operasi Badai Al Aqsa.

Satu-satunya eksekusi yang dijatuhkan pengadilan di Israel adalah terhadap terpidana penjahat perang Nazi, Adolf Eichmann, pada 1962. Pengadilan militer Israel yang sering menangani kasus-kasus yang melibatkan warga Palestina, memiliki wewenang untuk menjatuhkan hukuman mati melalui keputusan bulat dari tiga hakim, meskipun hal ini belum pernah terjadi sebelumnya.

Sementara itu Ben Gvir berdalih menerapkan hukuman mati lebih penting daripada sebelumnya.

"Pertama-tama, demi mereka yang terbunuh dan yang sedang menjalankan tugas, dan, tidak kurang, agar tidak ada lagi orang yang diculik," ujarnya.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
11 jam lalu

Rombak Jajaran Petinggi Militer, Iran Siapkan Perang Panjang Lawan AS dan Israel

2 hari lalu

Pria asal Israel yang Tinggal di Bali Dideportasi, Kelola Agen Perjalanan The Bali Dream

3 hari lalu

Lembaga HAM Israel: Pemukim Yahudi Lakukan Pembersihan Etnis Terang-terangan di Tepi Barat

3 hari lalu

Menolak Mati, Hamas Umumkan Ikut Pemilu Palestina November 2026

3 hari lalu

Setelah Gaza, Israel Usir dan Rampas Rumah Warga Palestina di Tepi Barat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal