Warga Rusia Dianjurkan Berhubungan Seks saat Jam Istirahat di Tempat Kerja

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Sputnik via EPA)

Pihak berwenang Rusia juga menerapkan pembatasan aborsi. Akses terhadap aborsi di seluruh negeri telah diblokir karena tokoh masyarakat dan tokoh gereja mengklaim tugas perempuan adalah melahirkan dan membesarkan anak. Pada saat yang sama, biaya perceraian telah dinaikkan untuk mencegah berpisahnya pasangan suami istri.

Politikus Rusia Anna Kuznetsova juga menuntut agar para perempuan mulai melahirkan di usia muda. "Kalian harus mulai melahirkan di usia 19-20 tahun. Saat itu, secara statistik, keluarga akan dapat memiliki tiga, empat, atau lebih anak," ujarnya.

Namun, para kritikus berpendapat kebijakan itu justru dapat melemahkan otonomi warga, khususnya bagi perempuan, dan dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan pada tatanan sosial Rusia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
5 hari lalu

Pesawat Pengebom Strategis Rusia Tu-95 Jatuh, 6 Kru Tewas

6 hari lalu

Rusia Kembali Bombardir Kiev, Pusat Data hingga Kantor Operator Seluler Terbesar Ukraina Jadi Sasaran 

8 hari lalu

Terungkap! Trump Desak Presiden Ukraina Zelensky Terbang ke Moskow Temui Putin, tapi Ditolak

12 hari lalu

Balas Dendam, Rusia Hancurkan 3 Pabrik Baja Terbesar Ukraina

12 hari lalu

Menlu Rusia Sebut Ukraina Bakal Rekrut Perempuan untuk Perang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal