Warga Rusia Dianjurkan Berhubungan Seks saat Jam Istirahat di Tempat Kerja

Ahmad Islamy Jamil
Presiden Rusia Vladimir Putin. (Foto: Sputnik via EPA)

Pihak berwenang Rusia juga menerapkan pembatasan aborsi. Akses terhadap aborsi di seluruh negeri telah diblokir karena tokoh masyarakat dan tokoh gereja mengklaim tugas perempuan adalah melahirkan dan membesarkan anak. Pada saat yang sama, biaya perceraian telah dinaikkan untuk mencegah berpisahnya pasangan suami istri.

Politikus Rusia Anna Kuznetsova juga menuntut agar para perempuan mulai melahirkan di usia muda. "Kalian harus mulai melahirkan di usia 19-20 tahun. Saat itu, secara statistik, keluarga akan dapat memiliki tiga, empat, atau lebih anak," ujarnya.

Namun, para kritikus berpendapat kebijakan itu justru dapat melemahkan otonomi warga, khususnya bagi perempuan, dan dapat menimbulkan konsekuensi yang tidak diinginkan pada tatanan sosial Rusia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
16 jam lalu

Rusia Porak-porandakan Kota-Kota di Ukraina Pakai Rudal Korut, Presiden Zelensky Murka

1 hari lalu

Mantan Presiden Suriah Bashar Al Assad Dijatuhi Hukuman Mati

2 hari lalu

Vietnam Bikin Kapal Perang Anti-Kapal Selam Canggih, Dibuat di Dalam Negeri termasuk Senjata

6 hari lalu

China dan Rusia Minat Garap Proyek Kereta Trans Kalimantan, Pemerintah Siapkan Investasi

14 hari lalu

Alasan Rusia Buru Pendiri Telegram Pavel Durov hingga Terancam Penjara Seumur Hidup

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal