WHO Belum Kategorikan Virus Korona sebagai Pandemi, Ini Alasannya

Anton Suhartono
Tedros Adhanom Ghebreyesus (Foto: AFP)

Sejauh ini kasus virus korona sudah menembus 90.000 di seluruh dunia. Sebanyak 90 persennya berada di China, sebagian besar penularannya juga berpusat di satu provinsi, yakni Hubei. Jika diturunkan lagi, kasus terbesar berada di ibu kota Hubei, Wuhan.

Meski demikian, saat kasus di China menurun, di negara lain justru membengkak.

"Dalam 24 jam terakhir, hampir 9 kali lebih banyak kasus dilaporkan di luar China daripada di dalam," tuturnya.

Tapi, lanjut dia, dari hampir 9.000 kasus di luar China, lebih dari 80 persen ditemukan hanya di empat negara, yakni Korea Selatan, Italia, Iran, dan Jepang.

"(Negara-negara tersebut) Keprihatinan terbesar kami," tuturnya.

Selain itu, 38 negara hanya memiliki paling banyak 10 kasus dan lebih dari 100 negara lainnya belum mengonfirmasi satu kasus pun.

Sementara itu, sebagian besar negara yang telah memiliki kasus, tak mengalami penambahan dalam 2 pekan terakhir.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
Internasional
10 jam lalu

Pesawat Air France Rute Paris-Detroit Dilarang Masuk AS, Ada Apa?

Nasional
1 hari lalu

Eks Bos WHO Beberkan Fakta Mengkhawatirkan Wabah Ebola 2026, Dunia Harus Waspada!

Internasional
2 hari lalu

AS Tuduh WHO Telat Deteksi Ebola di Kongo, Renggut 100 Nyawa Lebih

Nasional
2 hari lalu

Pintu Masuk Indonesia Diperketat usai WHO Tetapkan Ebola sebagai Darurat Global

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal